SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU SMK MA’ARIF 01 KALIREJO LAM-TENG MENGGUNAKAN METODE SAW (SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING)

Oktafianto Oktafianto, Imam Aulia

Abstract


Penerimaan calon siswa baru untuk jenjang pendidikan menengah atas atau menengah kejuruan  di kecamatan Kalirejo Lampung Tengah menggunakan sistem tes khususnya di SMKMa’arif 01 Kalirejo, penerimaan siswa baru pada sekolah ini mengisi formulir dan tes tertulis. Penerimaan siswa baru di SMK Ma’arif 01 Kalirejo Lampung Tengah sampai tahun 2014 masihmenggunakan sistem tes tertulis. Dalam proses penerimaan siswa baru, tes tertulis digunakan untuk mengetahui kriteria-kriteria  yang telah ditentukan, untuk mengetahui prestasi non akademik calon siswa tersebut, nilai tes masuk yang telah ditentukan  dan untuk menciptakan lulusan-lulusan yang berkualitas. Sistem pendukung keputusan yang akan dibangun adalah sistem pendukung keputusan penerimaan siswa baru dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting, metode ini juga sering disebut metode penjumlahan berbobot. Sistem pendukung keputusan ini sangat membantu dalam pemilihan siswa baru yang berkualitas agar kedepannya menjadi generasi-generasi pilihan yang tidak diragukan lagi kemampuannya.


Full Text:

PDF

References


Kusumadewi, Sri., Hartati., Harjoko, A., dan Wardoyo, R. (2006). Fuzzy Multi-Attribute Decision Making (FUZZY FMADM). Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu

Indri Lestari, Nelyana (2013) : Sistem Pendukung Keputusan Penyeleksian Calon Siswa Baru , STMIK Pringsewu, Lampung.

Darmastuti, Destriyana (2013), Implementasi Metode SAW Dalam Sistem Informasi Lowongan Kerja Berbasis WEB untuk Rekomendasi Pencari Kerja Terbaik, Universitas Tanjungpura Pontianak, Indonesia.

Arini, Yayuk (2014) : Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau DSS tentang Penerimaan Siswa Baru, STMIK Pringsewu Lampung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Creative Commons Licence

This work is licensed by STMIK Pringsewu under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.