MENDETEKSI KEBERADAAN NYAMUK AEDES AEGIPTY MENGGUNAKAN METODE FUZZY

Ikhlas Ali Syahbana

Abstract


Aedes aegypti sp. dan Aedes albopictus sp. merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus   dengue  penyebab  penyakit  demam  berdarah. Penderita  penyakit  DBD  (Demam  Berdarah  Dengue)  dan Demam  Tifoid  semakin  tahun  semakin  meningkat,  dapat  menyerang  anak-anak  dan  orang dewasa. Bagi penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Demam Tifoid apabila tidak segera diberi pengobatan  dapat menimbulkan kematian. Oleh karena itu upaya untuk membatasi angka kematian dari penyakit  ini sangat penting. Salah satu cara pencegahannya adalah dengan diagnosa penyakit yang tepat. Penyelesaian dalam permasalahan kali ini dengan pemetaan ruang input ke ruang output. Dalam hal ini pemetaan ruang input adalah gejala klinis dari penyakit DBD dan Demam Tifoid, dan ruang output adalah jenis penyakit yang bersesuaian dengan gejala klinis DBD dan Demam Tifoid. Aplikasi ini dibangun untuk diagnosa dini penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) dan Demam Tifoid dengan menggunakan  penerapan logika Fuzzy. Berdasarkan hasil pengujian validasi perhitungan dengan  membandingkan hasil perhitungan aplikasi dengan perhitungan manual dihasilkan tingkat valid aplikasi diagnosa penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) dan Demam Tifoid sebesar 96.875%.

 


Keywords


Sistem Pakar, Fuzzy, diagnosis DBD dan Demam Tifoid

Full Text:

PDF

References


Jogiyanto.2005. Metodelogi Penelitian. Yogyakarta: Andi Offset

Kusumadewi, 2003. Sistem Pakar. Yogyakarta: Andi Offset

Kusumadewi, 2003. Kecerdasan Buatan. Yogyakarta:Andi Offset

Kusumadewi. 2002. Pengenalan Fuzzy Logic. Yogyakarta: Andi Offset

Lestari, 2010. Mengendalikan populasi vektor penyakit.Yogyakarta:Andi Offset

Naba, 2009. Logica Fuzzy. Bandung Media Cipta

Sudarmaja,2009.Demam Berdara Dengue. Jakarta

Supartha,2008.Pemberantasan Nyamuk Aedes Aegipty. Bandung:Suara Media

Rosa.2011. Pengantar Tentang Penelitian. Yogyakarta:Andi Offset

WHO tahun 2006, Indonesia pernah mengalami kasus terbesar 53% tahun 2005 mengalami DBD


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 PROCIDING KMSI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

View My Stats 

Creative Commons License
This work by KMSI Stmik Pringsewu is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.